Situasi pasar obligasi Jepang semakin memburuk: Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10Y telah melonjak menjadi 2,12%, tertinggi sejak 1999. Pada saat yang sama, imbal hasil 30Y naik hingga 3,46%, tertinggi dalam catatan. Sejak awal tahun 2025, kedua imbal hasil masing-masing telah meroket +104 dan +120 basis poin, menandai salah satu peristiwa penetapan harga ulang paling dramatis dalam sejarah pasar obligasi Jepang. Ini terjadi ketika investor memperhitungkan pengeluaran defisit yang lebih tinggi karena pemerintah menyetujui rekor anggaran $780 miliar untuk FY2026. Pada saat yang sama, pelemahan yen yang terus-menerus telah mengintensifkan kekhawatiran bahwa Bank of Japan tertinggal dari kurva pengendalian inflasi. Kerugian pasar obligasi Jepang semakin cepat.